Minggu, 29 Maret 2009

Jepang Setuju Tembak Jatuh Roket Korut

Tokyo - Para pemimpin Jepang Jumat memberi izin bagi penembakan jatuh roket Korea Utara atau serpihan-serpihannya jika obyek itu mengancam menghantam negaranya, kata Menteri Pertahanan Yasukazu Hamada.
"Saya keluarkan keperluan perintah untuk itu setelah dewan keamanan pada pagi ini memutuskan akan mengeluarkan perintah penghancuran obyek tersebut," katanya setelah bertemu dengan Perdana Menteri Taro Aso dan menteri-menteri penting kabinet lainnya.
"Kami akan melakukan yang terbaik untuk menangani obyek yang terbang dari Korea Utara dalam rangka menjamin keamanan dan keselamatan rakyat Jepang.
"Kementerian pertahanan diperkirakan akan mengirimkan dua kapal perusak berperalatan Aegis di Laut Jepang (Laut Timur) dan pencegat Patriot di prefektur Akita utara dan Iwate, meskipun Hamada belum mengumumkan kepastian rencana tersebut.
Rezim Pyongyang mengatakan, bahwa pihaknya akan meluncurkan satu satelit komunikasi di atas wilayah Jepang pada awal April, namun Amerika Serikat dan negara-negara sekutunya di Asia mencurigai bahwa peluncuran itu adalah uji coba rudal balistik.
Tokyo, yang juga mengembangkan sistem pertahanan rudal dengan AS dalam beberapa tahun belakangan ini, sebelumnya telah memperingatkan bahwa pihaknya akan berusaha untuk menembak jatuh rudal atau serpihan-serpihan yang mengancam menghantam wilayahnya.
Korea Utara, yang telah mengumumkan bahwa peluncuran itu akan dilakukan 4-8 April, mengatakan bahwa pihaknya akan menganggap pencegat roket itu sebagai tindakan perang.
Perintah demikian adalah pertama kalinya dilakukan Jepang setelah pihaknya mengubah Undang-Undang Pasukan Angkatan Bela Dirinya pada 2005, dan mensahkan kemungkinan melakukan pencegatan-pencegatan rudal balistik.
Ditanya apakah Jepang berkemampuan untuk melakukan pencegatan rudal demikian, Hamada mengatakan: "Kami dengan jelas siap akan melakukan hal itu. Saya tidak khawatir atas apa yang kami bisa lakukan untuk itu.
"Korea Utara telah memperingatkan, bahwa roket pendorong pertama diduga akan jatuh di Laut Jepang di lepas pantai prefektur Akita utara, sedangkan yang kedua akan jatuh di Lautan Pasifik, antara Jepang dan Hawaii.
Jepang telah memperingatkan, bahwa suatu peluncuran yang dilakukan Korea Utara merupakan pelanggaran terhadap resolusi-resolusi PBB, dan menyerukan kembali agar Pyongyang membatalkan melakukan peluncuran, demikian AFP. (ANTARA News)

China Minta AS Tinggalkan Mental Perang Dingin

Beijing - China, Kamis, menyerang laporan Pentagon mengenai meningkatnya kemampuan militer China seraya menyebut kritik Washington atas tidak transparannya China sebagai bukti AS masih bermental Perang Dingin dan membahayakan hubungan kedua negara.
China mengeluhkan laporan tahunan Pentagon yang diterbitkan Rabu karena mengaburkan kebenaran dan meningkatkan usikan dalam hubungan antara kedua negara, demikian juru bicara Kementerian Luar Negeri Qin Gang dalam sebuah sesi konferensi pers.
"Kami sarankan Amerika Serikat menghormati fakta fundamental, mencampakan pikiran dan prasangka Perang Dingin, menghentikan menerbitkan laporan mengenai militer China dan berhenti menyampaikan tuduhan tak berdasar terhadap China, untuk mencegah lebih rusaknya hubungan diahtara kedua negara dan kedua angkatan bersenjata," kata Qin.
Laporan Pentagon pertama di era pemerintahan Obama ini muncul dalam minggu-minggu setelah kapal sipil China berhadapan dengan kapal perang AL AS di Laut Cina Selatan dalam satu konfrontasi yang meningkatkan ketegangan perihal aktivitas militer China dekat batas-batas pantainya.
Dalam laporan itu, Pentagon menyebut China bertambah maju dalam menutup akses pihak luar ke wilayah-wilayah lepas pantainya dan telah meningkat kemampuan nuklir, ruang angkasa dan perang elektroniknya.
Laporan itu juga memperingkatkan bahwa kegagalan Beijing untuk berlaku transparan dalam soal kemajuan sangat cepatnya dalam kemampuan militer, telah menciptakan ketidakmenentuan dan meningkatkan risiko keamanan.Adidaya Asia bisa saja menutupi keprihatinannya dengan meningkatkan transparansi melalui pembicaraan antar militer dengan Amerika Serikat dan dengan menerbitkan laporan dan dokumen pertahanan yang lebih baik, kata seorang pejabat Pentagon.
China menyatakan pihaknya hanya berupaya menciptakan perdamaian dan pertahanan serta menuduh negara lain telah membesar-besarkan ancaman China demi tujuan politiknya sendiri."China secara konsisten ambil bagian dalam penciptaan perdamaian dan menjalankan kebijakan pertahanan nasional yang defensif untuk memelihara perdamaian dan stabilitas dunia," kata Qin.
Laporan Pentagon itu juga menyatakan China telah membangun arsenal rudal jarak dekatnya yang diarahkan Taiwan, meskipun hubungan dengan negara pulau yang dianggap Beijing sebagai provinsi pembangkan itu tengah membaik.
Juru bicara Kementerian Pertahanan Taiwan Martin Yu menyatakan Taipe berharap, seperti halnya Washington, kejelasan dari rencana-rencana pertahanan tetangganya yang berkemampuan miiter sangat kuat itu.
"Secara mendasar kami berharap China bisa mempertahankan pandangan yang transparan dan bersikap positif dalam soal keamanan...Kepercayaan militer adalah sesuatu yang kami pikir memerlukan waktu lagi untuk membahasnya," kata Martin. (ANTARA News/Reuters)

Raja Saudi Serukan Persatuan Arab

Riyadh - Raja Saudi Abdullah menyerukan persatuan Arab dan Palestina di hadapan "agresi" Israel ketika ia membuka sidang Dewan Shura (konsultatif) baru kerajaan itu Selasa, seperti diberitakan AFP.
Berbicara satu pekan sebelum pertemuan puncak Liga Arab di Qatar, Abdulah mengatakan pada badan yang memiliki 150 anggota yang ditunjuk itu bahwa perbedaan di antara negara-negara Arab dan Islam telah dieksploitasi oleh Israel dan menyumbang pada "cuaca gelap" di kawasan itu.
Namun ia menambahkan bahwa perselisihan yang mendalam di antara kelompok-kelompok Palestina yang bahkan lebih serius ketimbang kebijakan Israel sebagai tantangan bagi persatuan Arab.
"Tantangan yang dihadapi negara anda, pada tingkat domestik dan tingkat negara-negara Arab dan Islam...minta sebanyak dua kali tanggungjawab dalam menghadapi tantangan karena tantangan itu muncul satu setelah yang lainnya, termasuk agresi Israel yang membuat kerusakan di tanah tersebut (Gaza)," katanya.
Kekhawatiran khususnya adalah "perselisihan Palestina di antara saudara-saudara yang lebih serius dalam membahayakan urusan kita saja ketimbang agresi Israel", kata raja, juga menunjuk pada "perbedaan Arab dan Islam yang menggetarkan musuh dan menyakiti teman".
Agresi 22 hari Israel yang mematikan terhadap Jalur Gaza pada peralihan tahun telah memperdalam perselisihan antara penguasa wilayah itu Hamas dan presiden Palestina Mahmud Abbas yang didukung-Barat.
Agresi itu juga menciptkan keretakan di dunia Arab antara pemerintah seperti Qatar dan Suriah yang menyuarakan dukungan pada Hamas, dan Arab Saudi serta Mesir yang berpihak dengan tegas pada Abbas.
Arab Saudi sejak itu mendorong keras rekonsiliasi Arab, menjadi tuan rumah bagi para pemimpin Suriah, Mesir dan Kuwait untuk pertemuan puncak-mini 11 Maret dalam upaya untuk menyelesaikan perbedaan sebelum pertemuan puncak Arab yang ditetapkan pada 29 dan 30 Maret.
Kerajaan itu juga telah minta berulang kali pada gerakan Islam Hamas untuk memperbaiki hubungan dengan pemimpin Palestina. (ANTARA News)

Rabu, 18 Maret 2009

Obama: Cukup Satu Kali Masa Jabatan, Asal Berprestasi

Costa Mesa, California - Presiden AS Barack Obama, Rabu, mengatakan bahwa dia lebih memilih empat tahun (satu masa jabatan) memerintah dengan kinerja bagus ketimbang delapan tahun (dua kali masa jabatan) dengan prestasi medioker (biasa saja).
Obama mengutarakan hal ini untuk mengindikasikan dia hanya memicingkan mata (tidak terlalu berambisi) mengikuti pemilu 2012.Ironisnya, Obama dihadapkan pada pertanyaan mengenai rencananya untuk mengikuti lagi pemilu mendatang dalam satu peristiwa bergaya kampanye di California dimana saat itu dia menekan Kongres untuk meluluskan usulan RAPBN dari pemerintah."Saya kini sudah bekerja dua bulan, hal terakhir yang saya pikiran adalah dipilih kembali," kata Obama kepada rapat kerja dewan kota yang dihadiri 1.300 orang.
"Jika saya bisa berhasil melakukan hal yang saya nilai harus dilakukan dalam empat tahun, sekalipun itu berarti saya presiden untuk empat tahun saja...Saya lebih memilih menjadi presiden (berkinerja) baik dalam menangani masalah-masalah berat selama empat tahun ketimbang presiden (berprestasi) biasa-biasa saja (medioker) yang memerintah selama delapan tahun."Obama menegaskan bahwa para pemilih akan menilainya apakah dia bisa membuktikan janjinya mengatasi perekonomian AS yang lagi tersungkur dan melancaran reformasi yang fundamental untuk mendorong (perbaikan-perbaikan dalam) persoalan-persoalan seperti energi, pendidikan dan pelayanan kesehatan.
"Jika saya tidak mengatasi semua hal itu dalam empat tahun dari sekarang, maka saya kira anda akan bisa menjawab pertanyataan bahwa apakah saya layak dipilih kembali atau tidak," kata Obama.Obama sejak awal telah bertutur lantang dalam satu upaya bergaya kampanye politik demi meluluskan RAPBN raksasa melalui wawancara televisi yang rencananya akan diudarakan dalam program pilihan "Tonight with Jay Leno" dan "60 Minutes" beberapa hari mendatang. Sang presiden juga berencana menyelenggarakan acara jumpa pers yang ditayangkan di jam tayang utama televisi, Selasa (Rabu WIB). (ANTARA News/AFP)

IHSG Dibuka Naik 1,34 Persen

Jakarta ) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menguat pada pembukaan Kamis, didorong membaiknya bursa Wall Street dan regional.IHSG naik 1,34 persen menjadi 1.340,538 poin atau naik 17,701 poin dan indeks LQ naik 4,294 menjadi 262.661 poin. Dirut PT Financorpindo Nusa, Edwin Sinaga di Jakarta, Kamis mengatakan, pasar modal ketika dibuka langsung menguat delapan poin, bahkan dalam 10 menit pertaman indeks kembali naik hingga 17,701 poin.
"Kami optimis indeks pada perdagangan siang nanti akan kembali menguat karena sentimen positif pasar cukup besar," katanya.Ia mengatakan, pembelian saham oleh pelaku pasar, terutama ditujukan pada saham industri otomotif yang naik cukup tajam seperti Astra Internasional dan United Tractor.
Kedua saham masing-masing naik Rp900 menjadi Rp14.300 per saham dan menjadi Rp5.750 dari sebelumnya Rp5.500 per saham. Pelaku pasar juga memburu saham perbankan seperti BCA, Danamon dan BRI, yang naik dalam kisaran Rp50 sampai Rp100 per saham.Selain itu, saham industri telekomunikasi seperti Telkom naik Rp150 menjadi Rp6.650 per saham dan saham Indosat naik Rp50 per saham. Edwin Sinaga mengatakan, pasar cukup ramai karena pelaku aktif membeli saham unggulan.
Pembelian saham oleh pelaku pasar itu terjadi setelah The Fed menyatakan akan membeli surat utang pemerintah AS senilai 300 miliar dolar AS, katanya. Pembelian surat utang negara itu akan melonggarkan likuiditas ketat pasar AS karena pasar akan kebanjiran dolar AS. (ANTARA News)

Ibu Menyusui Jarang Terkena Kanker Payudara

Bandung ) - Selain baik bagi kecerdasan otak anak, menyusui juga dapat mengurangi risiko terkena kanker payudara bagi sang ibu, kata dr Dradjat R Suardi, spesialis kanker payudara."Ibu menyusui dapat mengurangi risiko tekena kanker payudara sebesar 10-15 persen," katanya pada peresmian Yayasan Kanker Payudara Jawa Barat di Bandung, Rabu."Pupuk" kanker adalah hormon estrogen dalam tubuh.
Ketika masa hamil dan menyusui, muncul hormon progesterone. Hormon ini kemudian meningkat dan melakukan proteksi, sehingga hormon estrogen tidak lagi dominan,katanya.Ia menjelaskan, jika sang ibu menyusui setelah melahirkan, maka terdapat jangka waktu 27 bulan bagi sang ibu dimana hormon estrogen tidak dominan dalam tubuh. Dikatakannya, bahwa dalam jangka waktu tersebut, risiko ibu terkena kanker payudara berkurang.
Meskipun pupuk kanker berasal dari hormon estrogen, tidak berarti kaum pria terhindar dari risiko kanker payudara. Dalam tubuh pria juga terdapat hormon estrogen meskipun kadarnya tak sebanyak yang terkandung dalam tubuh wanita."Laki-laki itu juga punya kelenjar payudara, hanya saja tidak berkembang seperti perempuan," katanya lagi.Risiko pria terkena kanker payudara adalah sebesar 1 persen.
Gejala-gejala yang timbul pada pria yang terkena kanker ini serupa dengan wanita, seperti munculnya benjolan di payudara dan keluar cairan dari puting. Umumnya gejala kanker payudara pada pria lebih mudah dikenali dibandingkan dengan wanita."Kalau ada benjolan pada payudara lelaki akan lebih muddah terlihat, karena payudara mereka tidak berkembang seperti perempuan," tambahnya.(ANTARA News)

Selasa, 10 Maret 2009

How To Write A Successful Business Plan

Whether you are planning to start a brand-new business, expand an existing company, or get financing for a business venture, you will need to write a business plan. A business plan not only lends your business a sense of credibility, but also helps you to cover all your bases, increasing your chances of success.

Although writing a business plan can be a lengthy, intimidating project, it is not necessarily difficult. Here is an overview of how to write a successful business plan.

What to Include in Your Business Plan

Your business plan needs to demonstrate that you have thoroughly considered all aspects of running your business. To that end, the standard business plan has nine major sections, covering everything from your business’s mission statement to a detailed financial analysis.

Executive Summary

The first – and most important – section of your business plan is the executive summary. This section is so important that it should literally be the first thing the reader sees – even before the table of contents! However, it should also be written last, as you’ll have a better understanding of the overall message of your business plan after you’ve researched and written the other sections.

One of the most important parts of the executive summary is the mission statement. The mission statement is only three or four sentences long, but it should pack the most punch out of everything else in your business plan: Those four sentences are responsible for not only defining your business, but also capturing the interest of your reader.

The rest of your executive summary should fill in the important details that the mission statement glosses over. For instance, your executive summary should include a short history of the business, including founder profiles and start date; a current snapshot, listing locations, numbers of employees, and products or services offered; and a summary of future plans and goals.

This section is a candidate for a bulleted format, which allows you to list main points in a manner that is easy to scan. Avoid using too much detail – remember, this section is a summary. A page or two is usually sufficient for an executive summary.

Market Analysis

The next section of your business plan focuses on market analysis. In order to show that your business has a reasonable chance for success, you will need to thoroughly research the industry and the market you intend to sell to. No bank or investor is going to back a doomed venture, so this section is sure to fall under especially close scrutiny if you are looking for financing.

Your market analysis should describe your industry, including the size, growth rate, and trends that could affect the industry. This section should also describe your target market – that is, the type or group of customers that your company intends to serve. The description of your target market should include detail such as:

• Distinguishing characteristics
• The needs your company or product line will meet
• What media and/or marketing methods you’ll use to reach them
• What percentage of your target market you expect to be able to wrest away from your competitors

In addition, your market analysis should include the results of any market tests you have done, and an analysis of the strengths and weaknesses of your competitors.

Company Description

After your market analysis, your business plan will need to include a description of your company. This section should describe:

• The nature of your business
• The needs of the market
• How your business will meet these needs
• Your target market, including specific individuals and/or organizations
• The factors that set you apart from your competition and make you likely to succeed

Although some of these things overlap with the previous section, they are still necessary parts of your company description. Each section of your business plan should have the ability to stand on its own if need be. In other words, the company description should thoroughly describe your company, even if certain aspects are covered in other sections.

Organization and Management

Once you have described the nature and purpose of your company, you will need to explain your staff setup. This section should include:

• The division of labor – how company processes are divided among the staff
• The management hierarchy
• Profiles of the company’s owner(s), management personnel, and the Board of Directors
• Employee incentives, such as salary, benefits packages, and bonuses

This goal of this section is to demonstrate not only good organization within the company, but also the ability to create loyalty in your employees. Long-term employees minimize human resource costs and increase a business’s chances for success, so banks and investors will want to see that you have an effective system in place for maintaining your staff.

Marketing and Sales Management

The purpose of the marketing and sales section of your business plan is to outline your strategies for marketing your products or services. This section also plans for company growth by describing how the growth could take place.

The section should describe your company’s:

• Marketing methods
• Distributions methods
• Type of sales force
• Sales activities
• Growth strategies

Product or Services

Following the marketing section of your business plan, you will need a section focusing on the product or services your business offers. This is more than a simple description of your product or services, though. You will also need to include:

• The specific benefits your product or service offers customers
• The specific needs of the market, and how your product will meet them
• The advantages your product has over your competitors
• Any copyright, trade secret, or patent information pertaining to your product
• Where any new products or services are in the research and development process
• Current industry research that you could use in the development of products and services

Funding Request

Only once you have described your business from head to toe are you ready to detail your funding needs. This section should include everything a bank or investor needs in order to understand what type of funding you want:

• How much money you need now
• How much money you think you will need over the next five years
• How the money you borrow will be used
• How long you will need funding
• What type of funding you want (i.e. loans, investors, etc.)
• Any other terms you want the funding arrangement to include

Financials

The financials section in your business plan supports your request for outside funding. This section provides an analysis of your company’s prospective financial success. The section also details your company’s financial track record for the past three to five years, unless you are seeking financing for a startup business.

The financials section should include:

• Company income statements for prior years
• Balance sheets for prior years
• Cash flow statements for prior years
• Forecasted company income statements
• Forecasted balance sheets
• Forecasted cash flow statements
• Projections for the next five years – every month or quarter for the first year, with longer intervals for the remaining years
• Collateral you can use to secure a loan

The financials section is a great place to include visuals such as graphs, particularly if you predict a positive trend in your projected financials. A graph allows the reader to quickly take in this information, and may do a better job of encouraging a bank or investor to finance your business. However, be sure that the amount of financing you are requesting is in keeping with your projected financials – no matter how impressive your projections are, if you are asking for more money than is warranted, no bank or investor will give it to you.

Appendices

The appendix is the final section in your business plan. Essentially, this is where you put all of the information that doesn’t fit in the other eight sections, but that someone – particularly a bank or investor – might need to see.

For instance, the market analysis section of your business plan may list the results of market studies you have done as part of your market research. Rather than listing the details of the studies in that section, where they will appear cumbersome and detract from the flow of your business plan, you can provide this information in an appendix.

Other information that should be relegated to an appendix includes:

• Credit histories for both you and your business
• Letters of reference
• References that have bearing on your company and your product or service, such as magazines or books on the topic
• Company licenses and patents
• Copies of contracts, leases, and other legal documents
• Resumes of your top managers
• Names of business consultants, such as your accountant and attorney

Writing a Successful Business Plan

Despite the quantity of information contained in your business plan, it should be laid out in a format that is easy to read. Just like with any piece of business writing, it is important to craft your business plan with your intended audience in mind – and the bankers, investors, and other busy professionals who will read your business plan almost certainly won’t have time to read a tedious document with long-winded paragraphs and large blocks of text.

Business plans for startup companies and company expansions are typically between twenty to forty pages long, but formatting actually accounts for a lot of this length. A strong business plan uses bullet points throughout to break up long sections and highlight its main points. Visuals such as tables and charts are also used to quickly relay specific information, such as trends in sales and other financial information. These techniques ensure that the reader can skim the business plan quickly and efficiently.

Think of your audience as only having fifteen minutes to spend on each business plan that comes across their desks. In that fifteen minutes, you not only have to relay your most important points, but also convince the reader that your business venture merits a financial investment. Your best bet is a well-researched business plan, with an organized, easy-to-read format and clear, confident prose. (by: Jason Kay)