Senin, 16 Februari 2009

Bakrie Gandeng Malaysia Ekspor Versaboard ke Timteng

Jakarta - PT Bakrie Building Industries, salah satu unit kelompk usaha Bakrie menggandeng Tech Air Corporation sebuah perusahaan Malaysia bidang konstruksi untuk mengekspor versaboard ke Timur Tengah.
"Karena jumlah dan nilainya yang sangat signifikan, ini sekaligus menandakan dimulainya babak baru bagi PT Bakrie Building Industries," kata Komisaris Utama PT Bakrie Building Industries, Bobby Gafur Umar, di Jakarta, Selasa.
Ia mengatakan, pihaknya sebagai perusahaan yang memproduksi berbagai jenis bahan bangunan sejak 30 tahun silam segera melanjutkan rencana ekspornya.
Bersama Tech Air Corporation Malaysia yang juga merupakan perusahaan di bidang konstruksi dan distribusi bahan-bahan bangunan pihaknya akan menyepakati kontrak ekspor selama dua tahun.
"Nilai kontrak sekitar Rp350 miliar dan ekspor akan ditujukan ke beberapa negara di Kawasan Timur Tengah," katanya.Krisis finansial global yang sedang menimpa saat ini justru tidak menjadi halangan bagi PT Bakrie Building Industries untuk menggarap pasar potensial di kawasan Timur Tengah yang dikenal sebagai wilayah petrodolar."Ini juga membuktikan bahwa kelompok usaha Bakrie dapat tetap eksis di tengah krisis," katanya.
Untuk tahap pertama, CEO PT Bakrie Building Industries, Anton Sukartono, mengatakan, pihaknya akan mengekspor versaboard senilai Rp50 miliar ke beberapa negara di kawasan Timur Tengah yakni DUbai, Abu Dhabi, dan sekitarnya.
"Pada tahun kedua nanti ekspornya akan mencapai hampir Rp300 miliar dan akan menembus pasar di negara-negara Qatar, Kuwait, dan beberapa negara lain," katanya.Versaboard merupakan lembaran calsium silikat yang efektif untuk digunakan sebagai plafon dan partisi bangunan.Anton mengatakan, versaboard yang dihasilkan perusahaannya hingga kini merupakan andalan di pasar dalam negeri bahkan dibandingkan pada 2007 pasarnya saat ini telah meningkat 200 persen.Sementara itu, CEO Tech Air Corporation, Ahmad Ghazali, mengatakan, pihaknya yakin kerjasama dengan Bakrie akan mendatangkan keuntungan bagi kedua pihak terutama pemasaran ke Timur Tengah yang prospektif.
"Untuk tahun pertama, kedua, dan seterusnya akan terus meningkat. Kami melihat prospek Bakrie sangat besar dan mampu untuk memasok kebutuhan dan permintaan di wilayah Timur Tengah," katanya.Menteri Perindustrian, Fahmi Idris, mengatakan, Bakrie Building Industries telah mengambil langkah strategis dengan menggandeng Tech Air untuk masuk ke pasar Timur Tengah.
"Ini langkah strategis karena situasinya memang cocok sekali di mana keduanya memasuki pasar dan wilayah baru yaitu Timur Tengah yang tidak terlalu terkena dampak krisis finansial global," katanya.(ANTARA News)

BEI Hentikan Sementara Perdagangan Saham Indy Dan Ptro

Jakarta ) - Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa, memutuskan untuk melakukan penghentian sementara (suspensi) perdagangan efek PT Indika Energy Tbk (INDY) dan PT Petrosea Tbk (PTRO) di seluruh pasar mulia sesi I perdagangan 17 Februari 2009 hingga pengumuman lebih lanjut.Menurut Kepala Divisi Perdagangan BEI Umi Kulsum, suspensi tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya perdagangan yang tidak wajar atas efek tersebut dan untuk memperoleh penjelasan informasi, menyusul pemberitaan media masa 17 Februari 2009 mengenai akuisisi PT Petrosea Tbk oleh PT Indika Energy Tbk.
"Saat ini Bursa sedang meminta penjelasan lebih lanjut kepada PT Indika Energy Tbk dan PT Petrosea Tbk," katanya. (ANTARA News)

Security tightened for Hilary Clinton`s visit (English News Service)

Jakarta - National Police (Polri) Chief Gen Bambang Hendarso Danuri has asserted that security would be tightened in accordance of existing procedures during the visit of the United States Secretary of State Hillary Clinton to Indonesia."Security measure for Hillary's visit will be made in accordance with existing rules and procedures," the police chief said after a meeting with President Susilo Bambang Yudhoyono at the presidential office here on Monday.The National Police chief said the number of security personnel to be mobilized during Hillary's visit would be adjusted with her activity in Indonesia.
"Certainly the number of security personnel will be adjusted with Hillary's activity," Bambang Hendarso said.Asked how many foreign security personnel would be involved, the National Police chief said all of them would be from Indonesia.Hillary, the former US presidential candidate from Democrat Party, accepted President Barack Obama,s offer to be the country's secretary of state.
The former first lady of the United States would make her first visit to a number of countries in Asia, including Indonesia, in February this year.Hillary is scheduled to visit Indonesia from February 18-19 after visiting Japan, and from Indonesia she would continue her visit to South Korea and China.While in Indonesia, the US secretary of state would meet her Indonesian counterpart Hassan Wirayuda, and to make an honorary call to President Yudhoyono. (ANTARA News)

Jumat, 13 Februari 2009

Bisnis Milyaran Mudah diraih

Website bisnis online ( E-book )dengan sistem otomatis yg dikelola oleh beberapa orang IT Profesional dengan nama Bisnis 5 Milyar akan memberikan anda peluang pendapatan hingga 5 Milyar dengan melakukan 2 langkah mudah. Anda cukup membeli sekali saja E-book dengan mendapatkan 7 buah buku import yang luar biasa, disertai pengalaman dari orang - orang yang sudah berhasil dengan lampiran buku tabungannya dalam format pdf.
Jangan tunda lagi kunjungi & daftar segera ke website kami di : www.bisnis5milyar.com/?id=besuccess diketik lengkap & jangan salah www.bisnis5milyar.com/?id=besuccess
Selamat mencoba dan semoga sukses
Wassalam.

Indonesia Heavyequipment Alokasikan Investasi Rp12 Trilun

Jakarta) - Perusahaan yang bergerak dibidang penyewaan peralatan berat (heavy equipment) dan pembuatan tabung gas, PT Indonesia Heavyequipment, telah mengalokasikan dana investasinya senilai Rp12 triliun untuk membantu menaikkan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang kini sedang melemah. "Kita ini cukup sedih melihat hampir semua saham yang termasuk saham unggulan harganya berguguran, sehingga perusahaan pribumi seperti ini, ikut terpanggil untuk memulihkan kembali pasar saham ke arah yang normal," kata Komisaris Utama PT Indonesia Heavyequipment, Edy Joenardi di Jakarta, Kamis. Saham dibidang tambang, seperti, Bumi Resources, Antam, Timah dan Gas, punya peluang besar untuk naik karena terkait dengan jumlah produksi yang tidak sebanding dengan permintaan. Permintaan dan peluang pasar di dalam negeri dan ekspor cukup tinggi, sedang jumlah kapasitas produksi terbatas. Kebutuhan akan minyak mentah dan di dalam negeri ke depan cukup besar. Demikian juga peluang ekspor juga masih terbuka lebar, karena tidak mungkin pembangunan industri akan terhenti. Oleh karena itu, kata Edy, pihaknya pada tahun anggaran perusahaan 2009 telah mengalokasikan sedikitnya Rp6 triliun untuk investasi dibidang saham dan obligasi sedang sisanya akan diarahkan ke sektor riil. "Keterkaitan harga saham dan pertumbuhan di sektor riil cukup dekat. Karena itu pihaknya dalam melakukan investasi portofolio telah membagi dua sektor, yakni saham dan sektor riil," katanya. Edy Joenaidi yang didampingi Direktur I-Capital Internationl, Lucky Bayu Purnomo terheran, mengapa bursa efek Indonesia, selalu tergantung kepada investor asing dan pergerakan bursa di luar negeri.Harga saham di BEI, tidak selalu linier dengan kondisi perusahaan lantaran ada istilah "goreng- menggoreng" oleh investor asing dalam usaha mencari keuntungan cepat dan sesaat. "Jika para pengusaha pribumi ini menyadari dan punya rasa nasionalisme yang kuat, mestinya mereka tidak rela jika banyak saham milik Badan Usaha Milik Negara/BUMN dibeli oleh investor asing, termasuk saham bidang tambang," katanya, seraya menambahkan, bangsa Indonesia itu masih mengidap mental minder terhadap pihak asing. Edy yang mengaku sebagai kader Partai Golkar, ingin berbuat nyata, "Beri bukti bukan sekedar janji." Untuk membuktikan ungkapannya itu, PT Indonesia Heavyequipment selain mengalokasikan dananya dibidang saham dan obligasi saat pasar sedang turun, juga mengalokasikan sekitar 25 persen keuntungannya untuk keperluan CSR/corporate social responsibility atau tanggung jawab sosial oleh perusahaan. Meskipun situasi ekonomi tahun 2008 kurang kondusif, pihaknya masih membukukan keuntungan sekitar Rp800 miliar lebih dan dari situ sekitar 25 persen telah dialokasikan ke CSR. (ANTARA News)